RSS

Pergi Untuk Kembali Part 1

Cerbung......

Nah.. Gw lagi ada cerber nih alias cerpen bersambung. Sebenernya ni  cerpen gw yang belom kelar karna gw nulisnya di komputer n kelupaan dah. Pas tadi utak atik komputer eh nemu deh cerpen jadul gw. Then, gw panjangin kayak cerber, guys. Halah banyak omong ya gw? Ok langsung aja... Check this out !!! ^_^

Pergi Untuk Kembali



















      Secercah sinar mentari dari ufuk timur membangunkanku.
Terdengar suara ayam jagoku berkokok. Tiba-tiba kulihat jam dinding di kamarku. Dan aku terbelalak melihat jam sudah menunjukkan pukul 05.55 pagi. Dengan cekatan kuambil handuk dan seragam sekolahku. Mandi secepat kilat dan segera ke meja makan untuk sarapan sejenak. Kulihat mama sudah menyiapkan sarapan untuk sekeluarga di meja


          “Mama, tadi kok nggak bangunin aku sih?” Tanyaku protes.

          “Sayang, mama tadi kan udah bangunin kamu tapi kamu malah tidur lagi pas mama tinggal. Hayo, kamu udah rapiin kamar kamu belum?” Tanya mama.

          “Heheh… belum,Ma. Abisnya tadi buru-buru sih.” Jawabku sambil senyum.

         “Ya, udah nanti biar dirapiin Bi Inah aja. Kamu nggak berangkat? Coba lihat ini sudah jam berapa coba?” Tegur Mama padaku.

        Akupun melirik jam tanganku dan oh tidak…..jam sudah menunjukkan 06.45. Dengan cepat aku mencium tangan Mama dan lari menuju mobil karena Pak Bejo sudah menungguku.
  
        “Ma, Ana berangkat dulu, ya?” Teriakku dari mobil.

      “Ya,sayang. Hati-hati ya, jangan nakal di sekolah dan belajar yang rajin.” Ucap Mamaku dengan tersenyum.

          Aku hanya tersenyum, mendengar ucapan mama karena kurasa mama masih menganggapku seperti anak kecil dan memanjakanku meski terkadang aku suka itu. Apalagi sejak Papa meninggal tiga tahun lalu yaitu saat aku duduk di kelas 2 SMP, mama semakin menjagaku dengan ketat meski di sela-sela kesibukan Mama yang meneruskan perusahaan Papa. Terkadang aku sedih melihat mama seperti itu. Namun, aku kan selalu menjaga mama seperti beliau menjagaku.

          Kulihat pintu gerbang sudah ditutup dan itu artinya aku sudah terlambat. Sangat menyebalkan apalagi ini hari Kamis. Oh tidak…. Hari ini adalah piket Bu Hesti, guru Matematika paling killer dan disiplin di sekolahku. Begitu pintu gerbang dibuka aku diceramahi Bu Hesti panjang lebar. Namun, tiba-tiba pandanganku teralihkan oleh seorang cowok misterius yang juga terlambat di sebelahku. Ternyata aku tidak terlambat sendiri dan dia cukup cute.
   
       Kami dihukum membersihkan taman di belakang sekolah dan kami baru boleh masuk kelas jika taman itu sudah bersih. Akupun segera membersihkan meskipun malas.      Tiba-tiba ada ular cobra yang menggigit kakiku.
        
               “Aaaaaaaa………..” teriakku.

          Dengan cekatan cowok tadi membuang ular dari kakiku dan dia menghisap bisa mematikan di kakiku lalu mengikatnya dengan sapu tangan biru dari sakunya. Aku kagum dengannya, dia merupakan pahlawanku.

          “Thanks,ya?” ucapku berterimakasih.

        “Sama-sama. Lain kali hati-hati ya? Nanti istirahat kamu ganti dengan perban dan sebelumnya disterilkan,ya?” jawab cowok tersebut.

    “Ya, makasih. Kenalin aku Ana kelas XI IPA I. Kamu?” tanyaku dengan memperkenalkan diri.

      “Ehm.. Aku Andre anak XI IPA II. Wah.. kelaskita ternyata deket tapi kok aku jarang liat kamu ya?” tanyanya membuka pembicaraan.

    “Heheh.. kalo istirahat aku cuma di kelas atau kadang ke perpustakaan. Aku bahkan belum pernah liat kamu sebelumnya. Eh, kok kita jadi ngobrol sih? Nanti nggak masuk kelas lho.” Tegurku.
          “Ya, sekarang kan udah bersih. Yuk kita minta surat izin masuk kelas dulu.” Ajaknya.

         “Ayo.” Jawabku  dengan tersenyum.

          Setelah itu kami langsung menuju kelas masing-masing. Aku mendengar penjelasan dari Bu Suci, guru fisika. Fisika memang memusingkan apalagi kalau sudah bertemu dengan hitung-hitungannya. Namun, tidak demikian denganku, aku sangat menyukaiku fisika.

 Setelah bel istirahat berbunyi, aku ke UKS untuk memeriksakan kakiku. Dan satu hal lagi yang membuatku terkejut ternyata Andre juga disitu. Dia ternyata anak PMR dan kebetulan hari ini dia tugas jaga UKS. Kami saling bercerita tentang satu sama lain. Namun, dia tetap tidak lupa untuk memeriksa kakiku. Setelah selesai dan bertepatan dengan bel masuk kelas kami kembali ke kelas bersama dan dia juga memapahku yang berjalan dengan pincang.
  
        Sorenya, dia mengantarku pulang dan aku mengajaknya mampir ke rumah dulu untuk bertemu dengan mamaku.

“Ma, Ana pulang.” Teriakku dengan membuka pintu.

“Oh ya,sayang. Lho ini siapa sayang?” Tanya mama bingung.

“Kenalin,Ma. Ini Andre temen Ana di sekolah. Tadi Andre nganterin Ana pulang,Ma.” Jelasku.

“Andre,Tante. “ Andre memperkenalkan dirinya dengan ramah.

“Lho.. kaki kamu kenapa lagi,sayang? Kan udah mama bilang hati-hati kok kayak gini sih?” Tanya mama dengan cemas.

“Nggak apa-apa,Ma. Tadi aku terlambat bareng sama Andre terus disuruh bersihin taman belakang sekolah tapi tiba-tiba ada ular ngegigit kaki Ana,Ma. Tapi untung ada Andre yang nolongin Ana, Ma.” Ceritaku panjang lebar.

“Makasih ya,Andre.” Ucap mama berterima kasih ke Andre.

Setelah pukul 4 sore Andre pamit pulang dan aku mengantarnya sampai di teras rumah. Melihatnya dari kejauhan dengan motor yang dinaikinya.

Tak terasa setahun lebih kukenal Andre dan sebentar lagi kami ujian. Dia sering bermain ke rumahku untuk kerja kelompok atau hanya mampir dan kebetulan saat kami naik kelas tiga ternyata kami satu kelas.Entah mengapa seiring berjalannya waktu ada perasaan lain,aku tak tahu apa ini. Namun, tetap menyembunyikan perasaan ini dan tetap menjaga persahabatan ini.

Ujian pun telah berlalu, kami tinggal menunggu hasil belajar kami diumumkan di saat prom night yang akan diadakan minggu depan. Sore ini, Andre mengajakku keluar dan mama mengijinkanku karena mamaku telah mengenal baik Andre.

“Kamu nanti mau kuliah dimana dan jurusan apa,Na?” Tanya Andre tiba-tiba saat kami makan di mall.

“Ehm.. masih bingung,Ndre. Kalo jurusan sih pengennya kedokteran tapi kalo dimana tuh masih bingung. Mungkin di Jakarta aja deh. Kalo kamu sendiri gimana?” Jawabku dan tanya balik ke Andre.

“Heheheh… rahasia dong.” Jawab Andre dengan bercanda.

“Kok gitu sih? Aku kan udah jawab pertanyaan kamu gantian dong.” Protesku dengan sok ngambek.

“Hehehe… nanti kamu bakal tahu sendiri kok. Udah nyiapin baju buat prom night besok?” tanya Andre mengalihkan pembicaraan.

“Umm… belum sih. Tapi nanti temenin aku ya.  Mumpung masih di mall.” Ajakku pada Andre.

“Nggak usah repot-repotlah. Nih aku punya hadiah buat kamu, baju buiat prom night besok. Harus dipake lho.” Kata Andre dengan memberikan sebuah kotak.

Setelah kubuka ternyata gaun indah berwarna biru.

“Thanks banget ya,Ndre.Gaun ini bakal ku pake kok. Aku suka.” Ucapku dengan gembira.

“You are welcome. Pulang yuk, dah mulai malam lho. Nanti kamu dicariin mama kamu.” Ajak Andre.

“Ok, yuk balik.” Jawabku pada Andre.

Malam ini merupakan malam yang special untuk kami anak-anak kelas XII. Karena di mala mini kami akan menerima hasil belajar kami selama tiga tahun. Aku memakai gaun biru pemberian dari Andre kemarin sore sedangkan Andre memakai kemeja putih dengan jas dan itu membuatnya tampak gagah. Dan saat yang ditunggu-tunggu pun tiba. Kepala sekolah segera mengumumkan 10 besar peraih nilai tertinggi tahun ini. Dan itu dimulai dari urutan 10 hingga akhirnya ketiga segera menaiki panggung.

“Juara 2 diraih oleh Ana Putri Istiqomah ! Kepada Saudari yang bersangkutan diharapkan maju ke atas panggung.” Ucap Kepala Sekolahku.

Sungguh aku tak menyangka aku akan menjadi ranking 2 paralel. Dan di saat itu kulirik Andre yang tersenyum bangga kepadaku. Dalam hatiku aku ingin dia berada di sampingku saat ini juga di atas panggung dengan penuh penghargaan.

“Dan kini tibalah saatnya pengumuman Jawara Sekolah kita, Anak-anakku. Pastinya kalian bisa mengira siapa bukan? Dan peraih nilai tertinggi tahun ini adalah Muhammad Andrean Syahputra. Silakan kepada Anakku Andre untuk naik ke panggung.” Ucap Bapak Kepala.

Oh… Tuhan ternyata benar inginku. Dia berhasil menjadi nomor 1. Aku menangis bahagia akan hal itu. Dan kulihat Andre berjalan tenang dengan penuh senyum ramahnya menaiki panggung yang sama denganku.

“Kita berhasil, bukan?“ Bisik Andre yang membuatku terkaget dari lamunanku.

“Oh.. iya. Selamat ya, sahabatku yang ganteng and konyol.” Ucapku ceria dengan mengacak-acak rambutnya.

“Eh, rambutku jangan diacak-acak dong. Tuh bapak Kepala mau kesini kasih Piagam.” Celetuknya sabil menunjuk Bapak Kepala.

“Iya iya. Weekkk…” Jawabku dengan menjulurkan lidahku.

~~ ~ ~~

Akhirnya acara prom night selesai dan kami memutuskan untuk bermain ke taman, tempat favorit kami. Dan tak lupa kami menyalakan kembang api di taman tepi kolam. Dan di saat itu aku bahagia sekali melihat tawanya yang meledak seperti kembang api yang kami nyalakan. Dan tiba-tiba dia menarik tanganku dan mencium pipiku yang tembem. Kontan saja aku terkejut dan penuh tanda tanya.

“Kenapa kamu cium pipiku??” Tanyaku masih dengan ekspresi terkejut.

“Maafin aku, Na. Mungkin ini malam terakhir aku bersama kamu.” Jawabnya dengan sedih.

“Kenapa??” jawabku dengan bingung.

“Orangtuaku nyuruh aku buat nyusul mereka di Australia.” Jawabnya sendu.

Tanpa aba-aba aku berlari dan menangis pulang ke rumah. Tak kusangka dia akan pergi menjauh dariku. Kutengok ke belakang dia mencoba mengejarku, namun langkahnya terhenti oleh ponselnya yang berdering.

~~ ~ ~~

Hari ini Andre memintaku untuk mengantarkannya di airport. Tak terasa airnmataku jatuh di pipiku. Dia berusaha menyeka airmataku dengan tangannya.

“Tunggu aku ya, sahabatku yang manja. Aku bakal embali buat kamu 4 tahun lagi.” Ucapnya seraya mencolek pipiku.

“Ehh.. Lama banget sih. Tapi sering-sering kirim emailya?” Jawabku manja.

“Siap, Dokter. Hahahaha” Jawabnya dengan menjabat tanganku.

“Udah ah. Pesawat kamu udah mauberangkat loh. Bye temanku.” Kataku sambil mengacak-ngacak rambutnya lagi.

“Iya ya deh. Jaga diri kamu baik baik ya?” Pesannya.

Sip deh..“ jawabku.

Dan kulihat dia semakin menjauh, jauh dan tak terlihat lagi.



                   

                            To be Continued ...

2 komentar:

Unknown mengatakan...

da tutor mu gae blogg ko ndie....? bagi donk....!

Unknown mengatakan...

aku cuma coba coba,ak

Posting Komentar